3 Tantangan yang Harus Ditaklukkan Lionel Messi Sebelum Gantung Sepatu

Infobolaku Lionel Messi telah menetapkan statusnya sebagai legenda dalam sejarah sepak bola. Baru-baru ini, ia telah menjalani salah satu musim terbaiknya secara individu dengan mencetak 51 gol untuk Barcelona di semua kompetisi.

Lionel Messi memulai debutnya bersama Barcelona pada 2004 silam. Ia sudah memainkan peran kunci di Blaugrana selama 15 tahun, memposisikan dirinya sebagai seorang pemain dengan satu klub.

Menginjak usia 32 tahun, Messi sudah mengangkat 30 trofi bersama Barcelona, termasuk empat gelar Liga Champions, sepuluh trofi La Liga Spanyol, enam Copa del Rey, delapan Piala Super Spanyol, dan tiga Piala Super Eropa.

Namun secara internasional, ia belum memenangkan gelar juara dengan timnas Argentina, sebuah kelemahan yang membuatnya sering dikritik.

Selain itu, Lionel Messi juga telah memecahkan beberapa rekor dalam hal individu. Baru-baru ini, dia memecahkan rekornya sendiri untuk menjadi satu-satunya pemain yang memenangkan enam Sepatu Emas Eropa dengan mencetak 36 gol di musim 2018-19 La Liga.

Torehannya itu membuat Loonel Messi sejajar dengan legenda Atletico Bilbao Telmo Zarra untuk memenangkan trofi Pichichi keenam. Selain itu, dia juga memiliki catatan sebagai pemenang Ballon d’Or sebanyak lima kali, terbanyak bersama Cristiano Ronaldo.

Saat usianya mendekati masa pensiun, Lionel Messi masih memiliki tiga tantangan yang harus ditaklukannya. Berikut ketiga tantangan tersebut seperti dikutip dari Sportskeeda:

Pencetak Gol Terbanyak di Liga Champions Sepanjang Masa

Rekor untuk jumlah gol terbanyak dalam sejarah Liga Champions masih dipegang Cristiano Ronaldo. Bintang asal Portugal itu telah mencetak 126 gol di kompetisi elit eropa itu.

Sementara itu, Lionel Messi sudah mencetak 112 gol di Liga Champions. Torehan gol megabintang Barcelona itu tidak jauh di belakang Ronaldo.

Tentu saja, Ronaldo akan terus menambah jumlah golnya bersama Juventus. Tapi, Messi pun juga akan meningkatkan pundi golnya sebelum pensiun.

Menangkan Trofi Liga Champions Lagi

Lionel Messi telah memenangkan trofi gelar Liga Champions. Tapi, ia terakhir memenangkannya dengan Barcelona pada 2015 lalu setelah mengalahkan Juventus 3-1 di final.

Pada musim 2018-19, Barcelona menyia-nyiakan kesempatan untuk kembali memenangkan trofi Liga Champoons. Unggul 3-0 pada leg pertama, Barcelona justru dihajar Liverpool 0-4 pada leg kedua semifinal sehingga gagal lolos ke final.

Kegagalan tersebut membuat Messi dikritik oleh mantan pelatih Barcelona Louis van Gaal. Dia dinilai tidak mampu memimpin Blaugrana untuk meraih trofi bergengsi tersebut.

“Dia adalah pemain individu terbaik di dunia karena statistiknya luar biasa, tetapi mengapa dia tidak memenangkan Liga Champions selama lima tahun?” ucap Van Gaal.

“Sebagai kapten, Anda harus bertanya pada diri sendiri mengapa tim tidak menang di Eropa, saya pikir Messi juga bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Barcelona, ​​bukan hanya pelatih.”

“Mereka memiliki skuat yang terdiri dari 30 pemain dan saya percaya bahwa Messi harus menyesuaikan diri dengan tim, dan bukan sebaliknya,” tandas Van Gaal.

 

Menangkan Gelar Juara bersama Timnas Argentina

Lionel Messi telah mendapat kritik pedas dalam karier internasionalnya. Pemenang lima kali Ballon d’Or tersebut telah berjuang untuk memenangkan gelar pertamanya bersama timnas Argentina.

La Albiceleste (sebutan timnas Argentina) takluk 0-1 dari Jerman di final Piala Dunia 2014 Brasil. Setelah itu, timnas Argentina tumbang dua kali berturut-turut di final Copa America 2015 dan 2016 dari Chile.

Messi hanya memenangkan Piala Dunia U-20 dan medali emas Olimpiade 2008 di Beijing bersama timnas Argentina. Kini, Messi sekali lagi mencoba peruntungannya di Copa America 2019 setelah lolos ke perempat final usai mengalahkan Qatar 2-0.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *